Senin, 04 April 2011

Jenis - Jenis Ken (Pedang Samurai)

1. Tanto




Anda pernah meilihat Film Goemon, anda pasti mengetahui pedang ini. Pedang ini dibawa oleh putri sebagai pertahanan diri. Ukuran pedang ini sekitar 25 cm, masuk kategori pisau. penggunaannya biasanya untuk menusuk tiba-tiba. perempuan Jepang jaman dulu membawa tanto di balik obi (ikat pinggang kimono) untuk self defence ataupun untuk spontan attack.
2. Wakizashi




Anda penggemar Final Fantasy X, pasti tidak asing dengan tokoh Yojinbo., Pendekar pedang yang mampu membelah apa saja. Salah satu serangannya ada wakizashi. Wakizashi merupakan jenis pedang samurai dengan panjang antara 30-60 cm, para samurai biasa menggunakannya sebagai secondary weapon.
3. Kodachi
Kodachi senjata kesayangan Aoshi Shinomori anggota Jupon Gatana dalam serial manga Samurai X. Kodachi lebih panjang dari wakizashi, tetapi lebih pendek dari katana. Biasa digunakan sebagai perisai dalam hand – to – hand combat, karena tidak sepanjang katana (kurang dari 2 shaku) maka tidak menyalahi aturan membawa pedang di zaman Edo sehingga boleh dibawa oleh orang biasa (dulu cuma samurai yg boleh bawa pedang). Pedangnya lebih melengkung dari wakizashi. Pedang ini cukup ringan sehingga memudahkan penggunanya bergerak lincah.
4. Katana


Katana merupakan pedang khas ninja. Setiap ninja memounyai katana dipunggung mereka. Anda penggemar film Ninja Hatori, pasti tidak asing dengan Pedang ini. Pedang ini merupakan pedang umum dengan panjang antara 70-80 cm. Tipe single-edge dan melengkung. selain dipakai ninja, pedang ini juga dibawa oleh kaum samurai untuk merepresentasikan status sosialnya. Biasanya dibawa berpasangan dengan wakizashi atau tanto yang digunakan untuk close-quarter combat dimana katana digunakan untuk open-quarter combat.
5. Tsurugi
Pedang yang tak serupa dengan jenis pedang yang lainnya. Pedang ini tidak melengkung tapi lurus seperti pedang korea. Tsurugi merupakan pedang tipe broadsword, lebih berat dibanding pedang yang lainnya. Sangat cocok digunakan untuk mengahadapi musuh bertameng maupun berarmor tebal.
6.Chokuto
Sama seperti katana, hanya saja tidak melengkung tetapi lurus. Ditemukan sebelum jaman Heian sebelum orang Jepang menemukan teknik melengkungkan pedang (yang ternyata unik caranya). Karena pedangnya lurus sulit digunakan dan jarang dipakai dalam pertempuran. Setelah ditemukannya katana, chokuto masih tetap diproduksi tetapi kebanyakan berfungsi sebagai ceremonial sword.
7. Ninja-to
Pedang para ninja, selain katana, ninjato merupakan pilihan para ninja. Ringkas dan ringan membuat pedang ini mudah untuk dimasukkan kedalam baju. Perbedaan mendasar antara katana dan ninja-to terletak pada sesainnya. Ninjato tidak melengkung seperti katana tetapi lurus.
8. Nodachi & Odachi
Pedang yang sangat panjang. Merupakan pedang terpanjang dengan panjang hampir 80 cm. Pedang ini todak cocok untuk close combat karena ribet dengan ukurannya. Pedang ini digunakan untuk membelah pasukan berkuda beserta kudanya. Dalam serial manga Samurai deeper Kyo, Kyo menggunakan pedang tipe ini. Walaupun sebenarnya tidak cocok untuk close combat. Pembuatan pedang ini termasuk dalam katagori susah, sehingga pedang ini merupakan pedang langka.
9. Nagamaki
Pedang dengan panjang mata pedang dan gagang yang sama. Termasuk dalam katagori belati, Digunakan untuk serangan mendadak. Penggunaan pedang ini tidak seefisien Tanto. Tapi pedang ini memilki keindahan lebih.
10. Naginata




Naginata merupakan tombak dengan mata pisau katana. Digunakan prajurit wanita pertarungan jarak menengah. Gagang dibuat dari kayu dan mata tombak katana melengkung. Sangat cocok untuk tipe pertempuran Chaos.
11. Yari
Yari merupakan tipe tombak. Berbeda dengan naginata, mata tombak dibuat lurus. Bentuk Lurus ini efektif diguanakan menusuk musuk yang dtang dari depan. Biasanya dipakai pria untuk mengahadang laju pasukan musuh. senjata ini diapakao Oleh Madarame Ikaku dalam serial manga Bleach.

Jumat, 25 Februari 2011

Misteri Jack the Ripper Terpecahkan ?

Ini adalah sebuah informasi, yang kesimpulannya diserahkan kepada pembaca. Informasi berikut ini ditulis oleh kantor berita Associated Press pada 5 Mei 2007 lalu. Sejarawan Afrika Selatan yakin telah memecahkan misteri Jack the Ripper, penjahat Inggris yang membunuh beberapa wanita dan kasusnya sudah berlangsung seratus tahun lebih.
Charles van Onselen, sejarawan Afrika Selatan itu, mengatakan awalnya tidak yakin apakah akan mempublikasikan kesimpulannya soal siapa itu Jack the Ripper?
Yang jelas, ia telah menemukan misteri Joseph Silver, kriminal internasional yang ditakuti dan juga meneror para wanita dan dijuluki sebagai “King of the Pimps” di Johannesburg, Afrika Selatan. Intinya, ia mengatakan bahwa Silver adalah Jack the Ripper.
Sejarawan ini sudah tahu bahwa akan ada yang mendebat balik, khususnya dari Inggris, negara yang ia sebut sebagai suka membuang para kiriminal, termasuk para penjahat yang beraksi pada 1888 di Whitechapel, sebuah lokasi di London. Ini adalah tahun dimana kasus Ripper mencuat.
Serangan seksual yang mengerikan di London itu, yang hanya diketahui dilakukan Jack the Ripper itu, tidak pernah terpecahkan itu menjadi salah satu warisan sejarah Inggris terbesar.
Van Onselen menerbitkan “The Fox and The Flies: The World of Joseph Silver, Racketeer and Psychopath” pada April lalu. Dan kisah di dalam tulisannya itu dianggap sebagai terpecahnya misteri Jack the Ripper.
Van Onselen, melakukan riset selama tiga puluh tahun, dan menyinggung kasus Ripper pada babak akhir, bab 25, yang ditulis dalam 36 bulan terakhir. Buku itu dianggap pengamat sebagai sebuah karya besar. Namun yang mengkritik juga banyak.
“Abaikan the Ripper,” kata seorang pengamat Inggris. Ia mengatakan kesimpulan itu lemah. Ada belasan orang yang kemungkinan menjadi Jack the Ripper yang sebenarnya.
Lepas dari itu, Van Onselen, seorang penulis jago, mengambil kesimpulan dengan mulai meneliti sejarah kriminal di Afrika Selatan, bidang keahliannya. Ia menemukan nama Silver. Ia sedang meneliti perdagangan budak kulit putih dan menemukan nama Silver, penjahat utama di Johannesburg, dan paling berbahaya di Afrika Selatan.
Silver, lahir di Kielce, Polandia pada 1868, dan tiba di Johannesburg pada 1898 dan dihukum karena perampokan. Silver pernah tinggal di London satu dekade sebelum tiba di Afrika Selatan.
Ada bukti bahwa Silver juga tinggal di Whitechapel, persis pada saat isu Ripper mencuat dan menghebohkan Inggris dan dunia saat itu.
Dikatakan, banyak orang yang bisa dianggap sebagai Ripper sebenarnya. Namun tak satu pun dari mereka yang pernah terbukti bersalah dan tak satu pun yang dihukum.
Salah satu yang disangka sebagai Ripper adalah warga miskin yang tinggal di Whitechapel, bernama Kosminski, sama seperti Silver, juga adalah seorang Yahudi Polandia.
Pada saat bersamaan, warga London berspekulasi bahwa pembunuh itu adalah seorang etnis Yahudi, yang kemudian menimbulkan ketakutan di kalangan Yahudi akan berjangkitnya sentimen anti-Yahudi di Inggris dan di Eropa.
Tak lama setelah tiba di Johannesburg, Silver membuka sejumlah kafe, toko cerutu dan rumah bordil yang dilindungi polisi. Bisnisnya itu didukung oleh sebuah geng di New York, yang beranggotakan orang-orang Yahudi Rusia-Polandia.
Silver cukup cerdik. Ia pernah menulis surat ke beberapa media dengan berbagai nama alias, salah satunya Silver. Ia juga mengancam polisi lewat berbagai surat gelap.
Di Johannesburg, Silver juga berperan sebagai informan polisi, sekaligus sebagai penjahat, dan juga melakukan serangkaian serangan seksual yang membuat Afrika Selatan menjadi heboh.
Van Onselen, putra seorang detektif, melacak Silver ke empat benua. “Saya tercengang, betapa mobile-nya pria ini,” kata Van Onselen. Silver hidup di banyak tempat.
Dengan perjalanan kapal murah, Silver pernah menjelajahi Samudera Atlantik, dari Afrika Selatan menuju Buenos Aires, lalu ke Santiago, Paris, lanjut ke Brussels, dan berakhir di Polandia. Di Polandia, dia dieksekusi karena perannya sebagai mata-mata pada 1918.
Van Onselen menekankan ada kesamaan kuat karakter antara subjek bukunya, yakni Silver dan Jack the Ripper, pelaku pembunuhan di Whitechapel, London. Keduanya sama-sama psikopat, dan sangat membenci wanita. Silver dan Ripper sama-sama pernah memiliki hubungan pahit dengan wanita sepanjang hidupnya.
“Dalam konteks kesamaan usia, kepribadian, penyakit mental, pola hidup, karakter pelaku pembunuhan itu adalah yang paling pas dari selama ini yang pernah ditemukan,” kata Van Onselen, yang bangga karena merasa bahwa dia telah membuat kesimpulan besar dan dengan tali temali yang paling penting, untuk menyimpulkan bahwa Silver adalah Ripper.

Sejarah Lengkap Jack the Ripper

Sebenarnya kasus-kasus pembunuhan (serial murder) yang dilakukan oleh Jack the Ripper , hampir tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sejarah serial murder yang pernah ada seperti Elizabeth Bathory (tentunya teman-teman tahu dong siapa Nona Manis yang satu ini , hehehe) , The Son of the Sam, Ted Bundy dan lainnya.

Namun, yang membuat kasusnya menjadi sangat populer adalah karena adanya suasana mistis yang meliputi kasus ini. Gambaran bahwa seorang berjubah hitam yang muncul dari kabut, mencabut nyawa korbannya dengan cepat lalu menghilang di kegelapan. Dan dia tak pernah tertangkap atau terungkap.

Pada saat kasus itu muncul,sebenarnya nama Jack The Ripper bahkan belum ada. Namun media dan kepolisian banyak menerima surat. Ada yang mencoba memberi saran, ada yang mencoba memberi tahu identitas pelaku dan sebagainya. Sampai suatu hari ada surat yang berasal dari seseorang yang mengaku sebagai pelaku dari semua rentetan kasus pembunuhan sadis itu. Dan di bawahnya tertulis nama Jack The Ripper.(lihat gambar 1)


Awalnya surat tersebut tidak diperhatikan , karena memang banyak surat seperti itu sebelumnya.
Namun tak lama kemudian muncul lagi satu surat yang dianggap dari orang yang sama (karena gaya tulisan, bentuk tulisan dan sebagainya) dan dibawahnya juga tertulis nama Jack The Ripper. Sejak saat itu, polisi dan masyarakat menyebut pelaku kasus itu dengan nama Jack The Ripper. Salah satu kalimat dalam surat itu adalah "They say I'm a doctor...hahahaha....".

Alasan kenapa kepolisan mulai mempercayai surat itu adalah karena Jack menyatakan akan mengirimkan potongan telinga salah satu korbannya. Salah seorang korban yang ditemukan polisi memang kehilangan telinganya. Namun kiriman ini tidak pernah ada.


Yang ada berikutnya adalah kiriman selembar surat serta potongan ginjal manusia yang telah diformalin. Surat itu tidak lagi ditulis dengan nama pengirim Jack, tapi 'From Hell' (lihat gambar 2). Dari kata inilah judul film From Hell diambil. Apakah surat ketiga ini memang dari orang yang sama atau orang lain, kenyataannya juga tak pernah terungkap.

Fakta-fakta seperti inilah yang akhirnya membuat Jack The Ripper menjadi legenda.

Sepanjang tahun ini, genaplah tempo 119 tahun tragedi terjadinya salah satu kasus pembunuhan berantai paling mengerikan dalam sejarah yang dilakukan oleh seorang "devil" yang dijuluki ‘Jack The Ripper’ di bagian Timur London, England.
Sepanjang tempo satu abad , misteri yang menyelubungi kasus pembunuhan brutal itu masih menjadi sebuah tanda tanya yang belum berhasil terjawab.
Ada beberapa sebab yang menjadikan "Jack The Ripper" dijuluki sebagai lagenda kejahatan dalam sejarah , yaitu selain sang pelaku-nya yang masih misterius hingga saat ini , corak kejahatan yang dilakukannya juga sangat mengerikan dan brutal!!korban-korbannya disembelih, ditikam, tubuh dibelah dan organ-organ dalam-nya dikeluarkan.Arrrrggggghhhhhhhh......

Sebenarnya ,mangsa Jack The Ripper yang kerap juga dijuluki ‘Pembunuh Whitechapel’ hanyalah lima orang pelacur , walaupun ada pendapat yang mengatakan jumlahnya bisa lebih daripada itu.Dan semua kegiatannya itu ia lakukan hanya dalam jangka waktu 3 bulan saja.
Tapi , bagaimanapun juga kekejaman dan misteri pembunuhnya menjadikan kasus pembunuhan berantai ini sangat popular hingga saat kini.

Banyak pertanyaan bermunculan dari kasus ini . Siapakah sebenarnya sang pembunuh berantai dibalik julukan "Jack The Ripper" itu? dan mengapa ia hanya membunuh selama tiga bulan serta lima mangsa saja? Mengapa semua korbannya adalah pelacur? Apa tujuannya membunuh dengan kejam serta mengapa dia akhirnya menghentikan kegiatan itu?

Tidak banyak petunjuk konkrit yang didapatkan untuk menelusuri jejak sang pembunuh . Jack the Ripper digambarkan sangat mahir "memainkan" pisau-pisau mematikannya, mempunyai pengetahuan anatomi tubuh manusia yang cukup baik , serta penguasaan teknik membedah dan memotong bagian-bagian tubuh manusia dengan sangat sempurna.
Yang bisa dikatakan lebih hebat lagi , semua pembataian itu ia lakukan ditengah gelap-nya malam , boleh dibilang tanpa penerangan yang cukup .

Segala misteri itu bermula pada tanggal 31 Agustus 1888 . Sekitar pukul 4.00 dini hari waktu setempat , seorang penduduk menemui mangsa pertama sang "devil" yaitu Mary Ann Nichols, 42, di Whitechapel, East End.
Mayat wanita malang itu ditemukan oleh seorang penduduk setempat dalam keadaan tewas mengenaskan .Bahkan beberapa polisi yang datang ke TKP juga cukup tekejut ketika melihat kondisi mayat.

Dokter yang memeriksa mayat tersebut mendapati sebagian tubuhnya masih panas , ini menunjukkan mungkin wanita ini dibunuh kurang lebih sekitar setengah jam sebelum jasad-nya ditemukan.
Terdapat kesan sayatan benda runcing pada rahang kiri korban , selain itu diperkirakan perutnya juga dibelah menggunakan pisau panjang bergerigi , serta terdapat banyak luka tikaman pada beberapa bagian tubuh yang lain.

Polisi tidak banyak memiliki petunjuk mengenai kasus pembunuhan ini , kerana tidak ada saksi yang melihat atau mendengar suara teriakan korban pada malam kejadian. Selain itu tidak ditemui juga ada-nya senjata tajam yang ditinggalkan sang pelaku di TKP.

Pada 6 Agustus 1888 sebelum kasus pembunuhan Mary, seorang pelacur lainnya, Martha Tabram, 39, ditemui tewas di George Yard dengan luka tikaman benda tajam sebanyak 39 kali pada leher dan bagian kemaluan .
Dari hasil autopsi terhadap jasad wanita itu , didapati leher sang korban turut digorok dan perutnya dibelah. Beberapa pihak berpendapat , pembunuhan Martha merupakan salah satu "hasil karya" Jack The Ripper. Sehingga banyak spekulasi mengatakan bahwa Martha merupakan korban pertama dari rentetan kasus pembunuhan berantai ini.

Delapan hari selepas kematian Mary , penduduk Whitechapel kembali di-gemparkan oleh penemuan sesosok mayat wanita. kali ini menimpa seorang pelacur, Annie Chapman , ia juga ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan .
Ahli bedah forensik mengatakan bahwa Annie tewas dua jam sebelum jasadnya ditemukan . Mereka juga mendapati sebagian kulit perut Annie dibedah , tulang rusuknya dipotong-potong , isi perut dan organ-organ seperti jantung dikeluarkan dan diletakkan di bahu sang korban. Edannya lagi , sebagian kemaluannya juga dipotong!!

Beberapa saksi mengatakan melihat Annie sedang bercengkrama dengan seorang lelaki yang memiliki ciri-ciri berkulit gelap, memakai topi pemburu rusa dan berjubah hitam pada jam 5.30 pagi.
Keterangan para saksi yang turut merujuk kepada "orang asing", membuat polisi menyimpulkan pembunuh adalah pendatang Yahudi dan menimbulkan sentimen di kalangan penduduk pribumi.
Seorang Yahudi, John Pizer yang turut dikenali ‘Apron Kulit’ ditahan , namun ahirnya ia dibebaskan karena ia tak terbukti bersalah dan tidak terkait dengan kasus pembunuhan tersebut.

Mangsa ketiga dan keempat Jack the Ripper ditemukan pada hari yang sama yaitu 30 September 1988. Kali ini korbannya adalah Elizabeth Stride, 45. Ia ditemui tewas berlumuran darah di Dutfield Yard kira-kira pukul 1.00 pagi dengan bekas cekikan dileher dan disinyalir ia mati kurang lebih 30 menit sebelum jasadnya ditemukan.

Pada malam itu pula, polisi sekali lagi dikejutkan dengan penemuan mayat yang juga ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan , kira-kira 1.6 kilometer dari lokasi penemuan mayat Elizabeth.
Korban kedua di hari itu adalah Catherine Eddowes, 46. Ia juga ditemukan dalam keadaan tewas berlumuran darah , ada bekas cekikan di lehernya, tubuhnya dibelah dari dada sampai selangkangan dan isi perutnya terburai keluar.
Tidak ketinggalan rahimnya juga ikut dipotong dan dikeluarkan, mukanya hancur karena dikuliti, kelopak mata kanannya dicungkil , hidung dan telinganya hampir putus. Korban tewas kurang 30 minit sebelum ditemukan.

Di TKP , Polisi menemukan sehelai syal/selendang milik sang korban yang berlumuran darah dan didekat-nya terdapat tulisan kapur pada dinding yang berbunyi:
"The Juwes are The men That Will not be Blamed For nothing" (Yahudi adalah pihak yang tidak akan bisa disalahkan tanpa sebab).
Dari sinilah Polisi bisa mengambil kesimpulan , bahwa seorang Yahudi-lah yang ada dibalik kasus pembunuhan berantai legendaris ini.

Sedangkan korban kelima diketahui bernama Mary Jane Kelly . "Ginger" , nama panggilan M.J.Kelly , juga ditemukan dengan kondisi yang sama mengerikannya dengan korban-korban lainnya. Jasadnya ditemukan pada 9 September 1988 , dikamar sewaannya yang berlokasi di Miller's Court, off Dorset Street, Spitalfields.



Lima Orang korban Keganasan Jack the Ripper


Beberapa dugaan-dugaan tentang sosok Jack the Ripper :


Jack The Ripper diduga memiliki kebencian sekaligus rasa takut terhadap wanita yang mendalam, dan itu juga menjelaskan kenapa dia "berkata" telah membawa pulang "rahim" wanita untuk disimpan (setengahnya "katanya" dia makan dan setengahnya dia kirim ke polisi lewat suratnya "The Hell"). Sesuatu yang wanita punya dan laki2 tidak. Selain itu dia juga membuat korbannya netral (tidak berkelamin) dengan memotong bagian2 tertentu yang membuat korbannya tidak dikenali lagi sebagai wanita. Juga, dia "berkata" telah membawa pulang ginjal dan telinga korbannya. Kalo jantung aku ngga tau.

Mengetahui jika korbannya selalu prostitute, mungkin dia semacam mempunyai dendam pribadi terhadap prostitute. Mungkin dia pernah disakiti/ditinggalkan orang yang begitu disayanginya untuk bekerja sebagai WTS (note: 95% wanita di East End meninggalkan keluarga dan anak-anaknya untuk bekerja sebagai WTS karena ekonomi yang benar-benar parah di tengah-tengah ibukota Inggris. Mungkin ibunya yang ingin dia bunuh?)

Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan2 di tubuh korbannya sangat rapih yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi/bedah kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.

kemungkinan besar masa lalunya suram. mungkin suram sekali. Dugaan polisi, pelakunya adalah tukang jagal, dokter, atau tukang cukur. Tidak harus dokter asalkan dia punya pengetahuan anatomi tubuh manusia.

Kamis, 24 Februari 2011

Jack the Ripper


Jack the Ripper (Jack sang Pencabik) adalah julukan untuk tokoh misterius yang melakukan serangkaian pembunuhan berantai dan mutilasi di Inggris pada abad 19.
Pada 31 Agustus 1888 lewat tengah malam, di distrik East End di kota LondonInggris yang dikenal dengan nama Whitechapel (daerah lampu merah di London) pernah dihebohkan dengan aksi pembunuhan berantai sadis terhadap sejumlah wanita tuna susila. Identitas pelaku pembunuhan hingga kini tidak berhasil diungkap. Polisi hanya tahu bahwa sang pembunuh menjuluki dirinya "Jack the Ripper".
Jack The Ripper tidak meninggalkan bukti satu pun dalam tindakan kriminalnya, pola pembunuhannya pun tidak diketahui, bahkan bisa dibilang acak. Satu-satunya persamaan antara korban-korbannya ialah bahwa mereka adalah wanita tuna susila.
Jack The Ripper membunuh korban-korbannya tanpa ampun. Setelah memotong leher korbannya, kemudian Jack The Ripper memutilasi mereka. Bagaikan bayangan di malam hari, tidak ada seorangpun yang dapat menguak siapakah Jack The Ripper sebenarnya. Walaupun Jack The Ripper "hanya" beraksi lebih kurang satu tahun, korbannya sangat banyak dan telah menjadi legenda sampai sekarang.
Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan-sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.
Identitas Jack the Ripper sampai hari ini masih merupakan misteri; para spekulan memprediksi bahwa Jack the Ripper telah menyebrangi Laut Atlantik dan bermukim di AS setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Sampul tanggal 21 September 1889, isu dari majalah Puck, menampilkan gambaran kartunis Tom Merry mengenai pembunuh misterius bernama Jack the Ripper.

Selasa, 22 Februari 2011

Perut Mengandung Bayi

Seorang berusia tiga tahun mendekat ke seorang wanita hamil sambil menunggu dengan ibunya di klinik dokter.

Dia ingin tahu dan bertanya wanita itu, "Mengapa perut Anda begitu besar?"
Dia menjawab, "Aku punya bayi."

Dengan pandangan heran, ia bertanya, "Apakah ada bayi dalam perut Anda?"
Dia berkata, "Tentu saja."

Kemudian anak kecil, dengan tatapan bingung, bertanya, "Apakah dia bayi yang baik?"
Dia berkata, "Oh, ya. Ini adalah bayi yang benar-benar baik."

Dengan terlihat lebih kaget dan terkejut, ia bertanya...
"Lalu kenapa Anda memakannya?"

Sopir Truk yang Pendiam

Suatu hari seorang sopir truk berhenti di sebuah restoran untuk makan siang. Ketika ia mendapat pesanan, segerombolan geng bersepeda motor datang dan mulai mengolok-olok sopir truk itu.

Sopir truk tidak melakukan apa-apa. Dia bangun membayar untuk makan dan pergi.

Salah satu pengendara sepeda motor pergi ke kasir dan mengatakan "dia bukan laki-laki."

"Tidak" kata kasir, "bukan sekedar sopir biasa, ia tadi keluar dan telah melindas dua belas sepeda motor kalian.

Rabu, 16 Februari 2011

Menukar Istri Dengan Unta

Seorang pria dan istrinya bepergian di Timur Tengah. Tiba-tiba seorang pria mendekat kepada si suami, dan mengatakan, "Aku akan memberikan 100 unta untuk wanita Anda."

Setelah lama terdiam, sang suami berkata, "Dia tidak dijual."

Istrinya marah berkata, "Apa yang membuat kamu begitu lama untuk menjawab?"

Si suami menjawab, "Aku tadi sedang berusaha mencari cara untuk membawa 100 ekor unta kembali ke rumah."